Petualangan liburan kami sebenarnya sudah berlalu di bulan Februari kemarin, banyak banget yang bertanya mengenai detil perjalanan, review tempat, juga rincian pengeluaran tiket dsb. Maafkan ya temans, baru sempat sekarang.. hahaha, semoga masih bisa bermanfaat ya. Tanpa perlu banyak basa-basi, yuk tengok perjalanan seru kami di Kota Batu dan Kota Malang yang memorable and unforgettable.
DAY 01 (26-27 Februari 2016):
Kami berangkat dan pulang naik kereta Malabar tujuan Bandung-Malang. Berangkat sore hari (16.50) yang penuh menegangkan karena Uber yang ga kunjung datang akhirnya minta dianter bapak aja langsung ke stasiun. Dan ternyata kami baru tau juga kalo Malabar ini berhenti di stasiun Kiaracondong, yang jelas lebih dekat dari pada Stasiun Bandung. perjalanan ditempuh selama 16 jam, pun karena ga kebagian di eksekutif (4 kursi berdekatan) akhirnya kita pilih kereta bisnis dan eksekutif untuk pulangnya. Perjalanan berangkat ini agak kurang menyenangkan karena ternyata bayi banyak bangun, balita juga ternyata badannya anget (udah agak terprediksi sih, karena sebelumnya bayi batpil demam trus udah sembuh biasanya gantian kakaknya.) Faktor lain yang kurang nyaman adalah satu gerbong dengan rombongan, sepertinya guru-guru, yah mungkin namanya karyawisata jadi mereka lebih banyak ngobrol, teriakin temennya yang dibangku lain, ketawa becanda keras-keras, dsb. Saya yang bawa bayi ya resiko saja deh, jadi bayi rungsing kebangun-bangun, jadi ga bisa bobo lagi trus minta tetah melulu di dalem kereta. heuheu..
[IMG_20160227_101440.jpg]
[IMG_20160303_160013.jpg]
[IMG_20160303_160013.jpg]
Dalam ittenary rencananya malam pertama kami mengunjungi BNS, namun panas big K semakin anget dan hidungnya tersumbat. Akhirnya kami putuskan untuk check in lalu beristirahat.
Expense:
Taksi Citra dari Malang ke Batu: 90rb
[IMG_20160228_105842.jpg]
[IMG_20160228_120132.jpg]
Puas di Taman Bunga Selecta, kami pun kembali pesan taksi lanjut menuju Museum Angkut. Jarak Museum Angkut dan hotel itu super dekat, ngesot juga nyampe (?) hihi. Kami memutuskan kesini karena dekat tadi, walau sepanjang pagi sore ini big K tidak demam, makan minum bagus dan ceria, kami tetap tidak mengambil resiko sampe kecapekan dan jauh dari hotel. Museum Angkut mewajibkan tidak membawa makanan dan minuman dari luar. beneran di check satu per satu tas yang pengunjung bawa. Kesan pertama masuk museum ini besar banget! Langsung disuguhi berbagai mobil motor dan sepeda. Buat yang sangat suka mobil antik dan foto narsis pasti betah berlama-lama disini. Museumnya bersih, petunjuk arah dan flow museumnya jelas. Koleksi lantai dua penuh dengan mesin, juga ada beberapa pesawat. Kami menyempatkan makan siang di restoran lt.3, dimana interiornya dibuat ala kabin pesawat berikut dengan kursi penumpangnya.
[IMG_20160228_134104.jpg]
[IMG_20160228_152824.jpg]
Yang juga berkesan adalah tema-tema tiap negara pabrik automotif tersebut dibuat, jadi selain melihat koleksi antiknya, kita dibuat terbawa suasana kota asal kendaraan di masa lampau. benar-benar memukau dan dikemas rapi. terakhir kami mampir ke pasar apung untuk makan malam dan membeli kaos untuk anak-anak. Tidak sempat naik perahu karena hujan besar serta sudah gelap. kami pun menelefon hotel untuk memesan layanan jemput mobil dari hotel, karena dekat jadi sudah tentu lebih cepat datang mobil hotel dibanding memesan taksi. Jadi kalo hujan tapi masih siang/sore hari, menurut saya mending ke sini saja dulu. karena tempat tertutup minim area terbuka.
Expense:
Taksi Batu Taxi Wisata (Citra group) minimum order: 30rb
Tiket masuk Taman Bunga Selecta: 10rb/orang
Flying Fox: 20rb/orang
Sky Bike: 20rb/orang
Tiket masuk Museum Angkut (weekend, tanpa museum topeng): 80rb/orang
Layanan antar jemput Museum Angkut dengan mobil hotel: 29rb
Expense:
Taksi Citra dari Malang ke Batu: 90rb
DAY 02 (28 Februari 2016):
Pagi hari, kami memutuskan untuk sarapan di hotel saja, karena cuaca pun mendung. Langsung pesan taksi Citra khusus kota Batu, kami pun menuju Taman Wisata Bunga Selecta. Sampai sana hujan pun turun, tapi Alhamdulillah kemudian cerah kembali. Mungkin karena hari minggu, Selecta penuh pengunjung, sebagian besar menikmati berenang air hangat. Memang harga tiket kolam renang terbilang murah banget (tapi saya lupa berapa, hehe) Pemandangan taman bunga yang luas penuh bunga bermekaran dan wangi tanah pasca hujan membangkitkan mood kami. Big K langsung berlari menuju flying fox, segera minta naik. flying fox yang cukup tinggi membuat semua orang terheran-heran melihat big K yang imut ini super antusias memanjat dan menaiki pohon menuju area terjun. "Ya Allah, iku kendel tenan bocah.. bocahe cilik koyok ngono." hampir semua berceletuk demikian. "oalah, yo kendel ki.. wani po ora sampeyan?" ujar seorang ibu kepada suaminya sambil bercanda. komen yang bikin saya bingung, seorang ibu bilang "Ibune to? kok yo tega bu?" saya mesem aja, karena langsung disamber sama orang disebelahnya "lha iku anake dewek sing kepengen! Amaann koo!" Saya tega? iyalah malah terharu dia antusias, selama dia berani (memang dia senang dengan ketinggian) dan tidak takut akan hal yang positif pasti saya dukung segenap hati. terbukti akhirnya dia naik flying fox itu sampe dua kali, hahaha. Setelah itu, lanjut big K dan papanya naik sky bike, yang mengelilingi taman bunga Selecta. Saya dan baby H yang terlelap di gendongan cuma foto-foto sambil nunggu, hehe.[IMG_20160228_105842.jpg]
[IMG_20160228_120132.jpg]
Puas di Taman Bunga Selecta, kami pun kembali pesan taksi lanjut menuju Museum Angkut. Jarak Museum Angkut dan hotel itu super dekat, ngesot juga nyampe (?) hihi. Kami memutuskan kesini karena dekat tadi, walau sepanjang pagi sore ini big K tidak demam, makan minum bagus dan ceria, kami tetap tidak mengambil resiko sampe kecapekan dan jauh dari hotel. Museum Angkut mewajibkan tidak membawa makanan dan minuman dari luar. beneran di check satu per satu tas yang pengunjung bawa. Kesan pertama masuk museum ini besar banget! Langsung disuguhi berbagai mobil motor dan sepeda. Buat yang sangat suka mobil antik dan foto narsis pasti betah berlama-lama disini. Museumnya bersih, petunjuk arah dan flow museumnya jelas. Koleksi lantai dua penuh dengan mesin, juga ada beberapa pesawat. Kami menyempatkan makan siang di restoran lt.3, dimana interiornya dibuat ala kabin pesawat berikut dengan kursi penumpangnya.
[IMG_20160228_134104.jpg]
[IMG_20160228_152824.jpg]
Yang juga berkesan adalah tema-tema tiap negara pabrik automotif tersebut dibuat, jadi selain melihat koleksi antiknya, kita dibuat terbawa suasana kota asal kendaraan di masa lampau. benar-benar memukau dan dikemas rapi. terakhir kami mampir ke pasar apung untuk makan malam dan membeli kaos untuk anak-anak. Tidak sempat naik perahu karena hujan besar serta sudah gelap. kami pun menelefon hotel untuk memesan layanan jemput mobil dari hotel, karena dekat jadi sudah tentu lebih cepat datang mobil hotel dibanding memesan taksi. Jadi kalo hujan tapi masih siang/sore hari, menurut saya mending ke sini saja dulu. karena tempat tertutup minim area terbuka.
Expense:
Taksi Batu Taxi Wisata (Citra group) minimum order: 30rb
Tiket masuk Taman Bunga Selecta: 10rb/orang
Flying Fox: 20rb/orang
Sky Bike: 20rb/orang
Tiket masuk Museum Angkut (weekend, tanpa museum topeng): 80rb/orang
Layanan antar jemput Museum Angkut dengan mobil hotel: 29rb

No comments:
Post a Comment